Excerpt for Baris Puitis & Haiku by , available in its entirety at Smashwords

Baris Puitis & Haiku

Irpan Rispandi


Pengantar

Langit bersih penuh bintang, pada malam musim kemarau yang indah. Tiba-tiba sekelebat bintang jatuh, melesat membelah langit. Wujudnya segaris terang, muncul sekejap lalu hilang. Andai kita mampu membekukan waktu, maka kita kan dapat menikmati garis bintang jatuh itu lebih lama lagi.

Begitulah, terkadang selintas baris dan bait puitis, melesat membelah angan. Jika tak segera diabadikan, maka dia kan hilang dalam malam. Karenanya ketika mendapat bintang jatuh baris puitis, saya segera menuliskannya di hp atau di aplikasi Path, dalam format #pathdaily. Saya pilih #pathdaily karena dengan fitur ini, tulisan saya akan tampil diatas gambar. Ini memudahkan kita untuk membacanya, karena tulisannya lebih besar dan lebih menarik perhatian.

Selain dalam bentuk puisi bebas, saya juga suka menuliskan lintasan baris puitis dalam bentuk Haiku, puisi singkat yang populer di negeri Sakura. Haiku hanya terdiri dari tiga baris saja. Jumlah suku katanya adalah: 5-7-5. Mulanya sajak-sajak Haiku itu bertema tentang alam, namun dalam perkembangannya, tema puisi Haiku menjadi lebih luas lagi.

Pada aplikasi Path, terkadang muncul pengingat, yang menampilkan kembali postingan-postingan kita di masa lalu. Sering kali #pathdaily baris puitis maupun haiku saya muncul. Ketika saya membacanya kembali, ketika itu juga hadir suasana saat baris itu ditulis.

Terinspirasi oleh hal tersebut, saya pun kemudian mengumpulkan baris-baris puitis dan haiku saya dalam bentuk buku. Sehingga memudahkan saya untuk menikmati kembali rasa-rasa yang terlarut dalam tiap baris puitis tersebut.

Tengadah bercermin bulan, sukma kita bertatapan…”



Irpan Rispandi

@aa_irpan

~~~***~~~



























































~~ Haiku ~~







































~~~ Sekian.~~~

Seiring berjalannya waktu, mudah-mudahan nanti ada buku Bait Puitis & Haiku yang baru. Karena lintasan bintang jatuh bait puitis senantiasa tercurah tak pernah habis.

Sambil menunggu, silahkan anda membaca juga buku-buku puisi saya yang lain:

Diary Puisi: #2 Padma

"We don’t even ask happiness, just a little less pain."

~Charles Bukowski


Diary Puisi: #3 Magnolia

"There is no greater agony than bearing an untold story inside you."

~ Maya Angelou


Twisi Diary – Twitter Poetry

I liquefy all senses on every verses. I solidify emotions to every motion. I want you to know, feel and realize how my day shining”

~@aa_irpan


Twisi Diary – Puisi-puisi Twitter

Kata adlh rangkaian bunyi, nada dan intonasi. Rangkaian kata membawa makna getaran rasa. Namun, kadang rasa tak bth kata utk menyapa”

~@aa_irpan

###


Copyright 2017 by Irpan Rispandi


Terima kasih telah menikmati sajian sederhana dari saya. Semoga dapat menjadi sesuatu di dalam ruang hati anda. Jika anda ingin berbagi dengan orang-orang yang anda sayangi, anda dipersilahkan untuk membagikan ebook ini.

Jika ada sebaris dua baris puitis yang ingin anda kutip, anda juga dipersilahkan untuk mengutipnya, namun saya mohon dengan sangat untuk tetap menyertakan nama penulisnya.


Tentang Penulis


Instagram: @aa_irpan

Twitter: @aa_irpan

Path: aairpan


Saya suka berpuisi sejak SD. Namun kala itu sekedar untuk sendiri saja dan tidak sempat dikumpulkan. Puisi-puisi tersebut berserakan dan hilang. Baru mulai akhir 2000-an kesini, seiring hobi saya menulis, hobi berpuisi juga mulai saya catat dan kumpulkan.


Hingga saat ini saya telah menerbitkan 5 buku puisi. Buku yang ada di tangan anda ini merupakan buku ke-5 yang saya terbitkan.


Sebelumnya saya telah menerbitkan 4 buku puisi dengan tajuk “Diary Puisi”. 2 buku pertama, saya beri nama “Twisi Diary”, berisi kumpulan twit-twit puisi di account twitter saya, @aa_irpan. 1 buku berisi twit puisi berbahasa Inggris, dan 1 lagi berbahasa Indonesia.


Adapun terbitan kedua, 1 buku yang saya beri nama #2 Padma (Nomor 2 - Padma), berisi sebuah episode yang saya sajikan dalam bentuk Diary Puisi.


Buku selanjutnya saya beri nama #3 Magnolia, berisi episode yang berbeda namun merupakan kelanjutan dari #2-Padma.


Adapun buku Diary Puisi berikutnya, #4 Alona, masih dalam tahap pengerjaan. Mudah-mudahan bisa diterbitkan dalam waktu dekat ini.


Poetry is frosted fire.”

~J. Patrick Lewis


~~~***~~~


Download this book for your ebook reader.
(Pages 1-10 show above.)